Morfologi Pohon Trembesi

Pohon trembesi atau biasa juga disebut sebagai pohon ki hujan ini merupakan pohon yang dominan sekali memiliki perawakan yang cukup besar, lebar, dan juga mempunyai tinggi pohon hampir 30 meter.

Pohon ini sangat populer di berbagai tempat sebagai salah satu pohon yang berfungsi sebagai pelindung atau bisa juga sebagai pohon peneduh. Namun seiring bertambah besarnya pohon ini juga membuat struktur akarnya melebar dan menyebabkan bangunan atau jalan di sekitarnya rusak, sehingga sekarang ini orang berpikir dahulu bila ingin menanam pohon trembesi. Disebut sebagai pohon ki hujan karena pohon ini sering meneteskan air dan kemampuan daya serap air tanah nya juga sangat tinggi.

Pohon trembesi atau biasa juga disebut sebagai pohon ki hujan ini merupakan pohon yang dominan sekali memiliki perawakan yang cukup besar, lebar, dan juga mempunyai tinggi pohon hampir 30 meter.  Pohon ini sangat populer di berbagai tempat sebagai salah satu pohon yang berfungsi sebagai pelindung atau bisa juga sebagai pohon peneduh. Namun seiring bertambah besarnya pohon ini juga membuat struktur akarnya melebar dan menyebabkan bangunan atau jalan di sekitarnya rusak, sehingga sekarang ini orang berpikir dahulu bila ingin menanam pohon trembesi. Disebut sebagai pohon ki hujan karena pohon ini sering meneteskan air dan kemampuan daya serap air tanah nya juga sangat tinggi. Pohon trembesi merupakan pohon asli yang asalnya dari Amerika tropis namun sekarang ini sudah menyebar di seluruh daerah tropis di dunia. Pohon trembesi ini mempunyai buah yang mirip dengan kacang polong. Selain perakarannya yang merugikan , pohon ini ternyata bila ditanam di tengah – tengah berbagai macam pohon bisa menyebabkan pohon sekitarnya terhambat pertumbuhannya. Pohon trembesi dapat tumbuh mencapai ketinggian hingga 20 m dan melebar sampai kira – kira berdiameter 30 m. Daun dari pohon daun trembesi ini sangat sensitif terhadap cahaya dan daun pohon ini mengatup secara bersama – sama pada saat mendung, sehingga daun – daun dari pohon ini tidak pernah tersentuh oleh air hujan. Pohon trembesi ini meskipun merugikan namun tetap saja berguna untuk taman atau kebun yang cukup luas, pohon ini mesti dijadikan sebagai pohon peneduhnya. Selain itu pohon trembesi ternyata juga mampu menyerap gas karbon dioksida puluhan kali daripada jenis pohon – pohon lainnya sehingga pohon ini sangat efektif dijadikan sebagai pohon ramah lingkungan. Pohon trembesi ini memiliki perawakan yang sangat lebar dan luas sehingga tetap menjadi primadona masyarakat untuk dijadikan sebagai pohon peneduh. Pohon trembesi ini juga sedikit berbeda jika dibandingkan pohon peneduh lainnya. Karena pohon ini unik mengeluarkan air pada daun – daun nya sehingga menciptakan suasana yang sejuk di bawah pohon tersebut.  Pohon trembesi ini sangat banyak membutuhkan gas karbon dioksida dengan kapasitas yang cukup besar. Oleh karena itu pohon trembesi in juga cocok untuk pohon ramah lingkungan di kota – kota besar. Akar pohon trembesi yang luas dan menyebar , pohon ini pun tidak perlu khawatir akan kekeringan karena pasokan air selalu tercukupi mengingat struktur akar yang memadai. Pohon ini bahkan pernah dicanangkan di Indonesia sebagai pohon penghijauan nasional oleh mantan presiden SBY pada saat itu pernah digalakkan gerakan penanaman 1 milyar pohon trembesi.  Karena pohon trembesi ini sangat berguna untuk mencegah pemanasan global di daerah – daerah industri besar. Batang pohon trembesi ini juga memiliki struktur yang kuat sehingga bisa juga dijadikan sebagai bahan bangunan. Biji dari buah trembesi pun juga bisa dimanfaatkan sebagai makanan ringan (hampir mirip seperti kwaci dari biji bunga matahari).  Makanan ringan ini digunakan sebagai salah satu makanan pencuci perut dengan di seduhkan dengan air panas dan dicampur dengan sedikit madu.  Selain biji dan kayu batangnya , ternyata daun dari pohon trembesi ini juga bisa dijadikan sebagai obat tradisional untuk mengobati penyakit kulit. Namun saat ini belum diketahui apakah buah trembesi ini bisa dimanfaatkan atau tidak namun hal ini masih dalam tahap penelitian. Ekologi Pohon Trembesi Pohon Trembesi merupakan pohon yang sangat umum sangat banyak dijumpai di daerah-daerah dengan kisaran curah hujan tahunan antara 650-2.900 mm; Pohon Trembesi ini juga dapat tumbuh secara optimal pada kisaran curah hujan 950-1450 mm per tahun, dan masih sangat toleran sampai curah hujan mencapai 2500 mm per tahun,namun akan tetapi harus mempunyai sistem drainase yang cukup baik. Habitat asli pohon ini haruslah berada pada musim kering yang agak lama dan juga pada saat musim hujan yang relative lebih pendek, antara 2- 3 bulan per tahun (Hamzah, 1976).  Pohon Trembesi ini dapat tumbuh alami sampai ketinggian mencapai 1800 m di atas permukaan laut, dan juga mempunyai mutu kayu terbaik yang mana hal ini dapat diperoleh dengan sangat mudah jika pohon Trembesi ini mampu hidup dengan subur dan berada pada ketinggian antara 650-950 m.  Trembesi sangat memerlukan banyak paparan sinar matahari dan banyak dijumpai dan tumbuh baik pada hutan hutandi seluruh alam yang terbuka dan pada daerah di pinggiran hutan. Pemanasan yang lama dengan intensitas cahaya matahari yang tinggi menyebabkan banyak kayu-kayu gubal yang mengelupas, terutama pada pohon-pohon yang sudah tua; suhu yang tinggi juga dapat membunuh semai-semai yang baru berkecambah.  Akibat mengelupasnya kayu-kayu gubal pada pohonpohon Trembesi yang sudah tua, sehingga bagian kayu yang terbuka akan kelihatan. Kayu Trembesi wangi atau dalam nama ilmiah di sebut (Santalum album) pohon ini sudah sangat langka dan harganya pun sangatlah fantastis. Pohon Trembesi ini awalnya terdapat di kawasan Mysoram dari negara India bagian selatan. Pohon Trembesi ini biasanya dianggap sebagai penghasil kayu yang paling bagus kualitasnya.Di negara Indonesia jenis kayu Trembesi dari Timor juga sangat dihargai mahal di karenakan sudah sangat langka.Bibit Pohon Trembesi Tak heran jika sejumlah pakar aromaterapi dan parfum biasa menggunakan kayu Trembesi jenis jenggi (Santalum spicatum). Dari kedua jenis kayu ini sangatlah berbeda terutama pada kadar konsentrasinya,dan terlebih lagi ketika bahan kimia yang dikandungnya juga sangat berbeda, dan oleh karena itu kadar harumnya pun juga berbeda. Kayu Trembesi banyak dianggap sebagai obat alternatif herbal untuk membawa orang lebih dekat kepada Tuhan. Sedangkan untuk Minyak yang terbuat dari kayu Trembesi ini,mempunyai harga yang sangat mahal dalam bentuknya yang murni, dan dapat juga digunakan untuk penyembuhan dengan cara Ayurveda, dan juga ampuh untuk menghilangkan rasa cemas. Habitat Pohon Trembesi Secara umum terdapat dua jenis Trembesi. Yang pertama adalah Trembesi Merah, dan satu lagi adalah Trembesi Putih. Yang mana semuanya itu terdpaat di kawasan hutan di Indonesia yakni di Kalimantan dan Sumatera Barat Jenis Pohon Trembesi ini merupakan jenis pohon yang banyak di temukan tumbuh bebas ketika berada di daerah kawasan Asia Barat seperti di Funan dan juga India, sementara jenis pohon Trembesi Putih ini sangat banyak di temukan tumbuh bebas di provinsi Nusa Tenggara Timur, atau lebih tepatnya berada di antara di Pulau Flores, Solor, Alor, Sumba, Adonara, Timor, Rote, Lomblen, Pantar, dan Sabu.  Namun pohon Trembesi kini sangat banyak ditemukan tumbuh di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Tak heran bahwa Pulau Sumba pada jaman dahulu kala kerap disebut juga dengan nama Sandalwood Island. Julukan ini kemudian dibawa terus secara turun temurun semenjak zaman Belanda hingga sekarang.

Pohon trembesi merupakan pohon asli yang asalnya dari Amerika tropis namun sekarang ini sudah menyebar di seluruh daerah tropis di dunia. Pohon trembesi ini mempunyai buah yang mirip dengan kacang polong. Selain perakarannya yang merugikan , pohon ini ternyata bila ditanam di tengah – tengah berbagai macam pohon bisa menyebabkan pohon sekitarnya terhambat pertumbuhannya.

Pohon trembesi dapat tumbuh mencapai ketinggian hingga 20 m dan melebar sampai kira – kira berdiameter 30 m. Daun dari pohon daun trembesi ini sangat sensitif terhadap cahaya dan daun pohon ini mengatup secara bersama – sama pada saat mendung, sehingga daun – daun dari pohon ini tidak pernah tersentuh oleh air hujan.

Baca Juga: Manfaat Rahasia Dibalik Buah Mangga Harumanis

Pohon trembesi ini meskipun merugikan namun tetap saja berguna untuk taman atau kebun yang cukup luas, pohon ini mesti dijadikan sebagai pohon peneduhnya. Selain itu pohon trembesi ternyata juga mampu menyerap gas karbon dioksida puluhan kali daripada jenis pohon – pohon lainnya sehingga pohon ini sangat efektif dijadikan sebagai pohon ramah lingkungan.

Pohon trembesi ini memiliki perawakan yang sangat lebar dan luas sehingga tetap menjadi primadona masyarakat untuk dijadikan sebagai pohon peneduh. Pohon trembesi ini juga sedikit berbeda jika dibandingkan pohon peneduh lainnya. Karena pohon ini unik mengeluarkan air pada daun – daun nya sehingga menciptakan suasana yang sejuk di bawah pohon tersebut.

Pohon trembesi ini sangat banyak membutuhkan gas karbon dioksida dengan kapasitas yang cukup besar. Oleh karena itu pohon trembesi in juga cocok untuk pohon ramah lingkungan di kota – kota besar.

Akar pohon trembesi yang luas dan menyebar , pohon ini pun tidak perlu khawatir akan kekeringan karena pasokan air selalu tercukupi mengingat struktur akar yang memadai. Pohon ini bahkan pernah dicanangkan di Indonesia sebagai pohon penghijauan nasional oleh mantan presiden SBY pada saat itu pernah digalakkan gerakan penanaman 1 milyar pohon trembesi.

Karena pohon trembesi ini sangat berguna untuk mencegah pemanasan global di daerah – daerah industri besar. Batang pohon trembesi ini juga memiliki struktur yang kuat sehingga bisa juga dijadikan sebagai bahan bangunan. Biji dari buah trembesi pun juga bisa dimanfaatkan sebagai makanan ringan (hampir mirip seperti kwaci dari biji bunga matahari).

Makanan ringan ini digunakan sebagai salah satu makanan pencuci perut dengan di seduhkan dengan air panas dan dicampur dengan sedikit madu.

Selain biji dan kayu batangnya , ternyata daun dari pohon trembesi ini juga bisa dijadikan sebagai obat tradisional untuk mengobati penyakit kulit. Namun saat ini belum diketahui apakah buah trembesi ini bisa dimanfaatkan atau tidak namun hal ini masih dalam tahap penelitian.

Ekologi Pohon Trembesi

Pohon Trembesi merupakan pohon yang sangat umum sangat banyak dijumpai di daerah-daerah dengan kisaran curah hujan tahunan antara 650-2.900 mm; Pohon Trembesi ini juga dapat tumbuh secara optimal pada kisaran curah hujan 950-1450 mm per tahun, dan masih sangat toleran sampai curah hujan mencapai 2500 mm per tahun,namun akan tetapi harus mempunyai sistem drainase yang cukup baik. Habitat asli pohon ini haruslah berada pada musim kering yang agak lama dan juga pada saat musim hujan yang relative lebih pendek, antara 2- 3 bulan per tahun (Hamzah, 1976).

Pohon Trembesi ini dapat tumbuh alami sampai ketinggian mencapai 1800 m di atas permukaan laut, dan juga mempunyai mutu kayu terbaik yang mana hal ini dapat diperoleh dengan sangat mudah jika pohon Trembesi ini mampu hidup dengan subur dan berada pada ketinggian antara 650-950 m.

Trembesi sangat memerlukan banyak paparan sinar matahari dan banyak dijumpai dan tumbuh baik pada hutan hutandi seluruh alam yang terbuka dan pada daerah di pinggiran hutan. Pemanasan yang lama dengan intensitas cahaya matahari yang tinggi menyebabkan banyak kayu-kayu gubal yang mengelupas, terutama pada pohon-pohon yang sudah tua; suhu yang tinggi juga dapat membunuh semai-semai yang baru berkecambah.

Akibat mengelupasnya kayu-kayu gubal pada pohonpohon Trembesi yang sudah tua, sehingga bagian kayu yang terbuka akan kelihatan.

Kayu Trembesi wangi atau dalam nama ilmiah di sebut (Santalum album) pohon ini sudah sangat langka dan harganya pun sangatlah fantastis. Pohon Trembesi ini awalnya terdapat di kawasan Mysoram dari negara India bagian selatan. Pohon Trembesi ini biasanya dianggap sebagai penghasil kayu yang paling bagus kualitasnya.Di negara Indonesia jenis kayu Trembesi dari Timor juga sangat dihargai mahal di karenakan sudah sangat langka.Bibit Pohon Trembesi

Tak heran jika sejumlah pakar aromaterapi dan parfum biasa menggunakan kayu Trembesi jenis jenggi (Santalum spicatum). Dari kedua jenis kayu ini sangatlah berbeda terutama pada kadar konsentrasinya,dan terlebih lagi ketika bahan kimia yang dikandungnya juga sangat berbeda, dan oleh karena itu kadar harumnya pun juga berbeda.

Kayu Trembesi banyak dianggap sebagai obat alternatif herbal untuk membawa orang lebih dekat kepada Tuhan. Sedangkan untuk Minyak yang terbuat dari kayu Trembesi ini,mempunyai harga yang sangat mahal dalam bentuknya yang murni, dan dapat juga digunakan untuk penyembuhan dengan cara Ayurveda, dan juga ampuh untuk menghilangkan rasa cemas.

Habitat Pohon Trembesi

Secara umum terdapat dua jenis Trembesi. Yang pertama adalah Trembesi Merah, dan satu lagi adalah Trembesi Putih. Yang mana semuanya itu terdpaat di kawasan hutan di Indonesia yakni di Kalimantan dan Sumatera Barat

Jenis Pohon Trembesi ini merupakan jenis pohon yang banyak di temukan tumbuh bebas ketika berada di daerah kawasan Asia Barat seperti di Funan dan juga India, sementara jenis pohon Trembesi Putih ini sangat banyak di temukan tumbuh bebas di provinsi Nusa Tenggara Timur, atau lebih tepatnya berada di antara di Pulau Flores, Solor, Alor, Sumba, Adonara, Timor, Rote, Lomblen, Pantar, dan Sabu.

Namun pohon Trembesi kini sangat banyak ditemukan tumbuh di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Tak heran bahwa Pulau Sumba pada jaman dahulu kala kerap disebut juga dengan nama Sandalwood Island. Julukan ini kemudian dibawa terus secara turun temurun semenjak zaman Belanda hingga sekarang.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>